Mempelajari tata bahasa Inggris seringkali menemui tantangan, terutama saat berhadapan dengan kalimat tanya. Salah satu materi yang sering membuat bingung adalah mengubah question word menjadi passive voice. Padahal, konsep ini sangat penting untuk dikuasai, terutama bagi pelajar yang ingin meningkatkan kemampuan menulis dan berbicara secara formal.
Artikel ini akan membahas secara tuntas bagaimana cara mengubah kalimat tanya aktif menjadi pasif dengan benar. Anda akan menemukan panduan langkah demi langkah, contoh-contoh praktis, serta latihan untuk menguji pemahaman Anda. Jadi, simak baik-baik penjelasan berikut ini.
Apa Itu passive voice dan Mengapa Penting?
Passive voice adalah struktur kalimat di mana subjek menerima tindakan, bukan melakukan tindakan. Dalam bahasa Indonesia, kita sering menggunakan awalan ‘di-‘ seperti ‘dimakan’ atau ‘dibaca’ untuk menunjukkan bentuk pasif. Penguasaan active to passive voice sangat krusial karena sering digunakan dalam tulisan akademik, berita, dan laporan resmi.
Ketika Anda mengubah kalimat aktif menjadi pasif, fokus kalimat bergeser dari pelaku (agent) ke objek atau penerima tindakan. Hal ini berguna ketika pelaku tidak diketahui, tidak penting, atau justru ingin disembunyikan. Dengan memahami konsep ini, Anda akan lebih fleksibel dalam menyusun kalimat yang bervariasi dan profesional.
Aturan Dasar Mengubah Kalimat Tanya Menjadi Pasif
Untuk mengubah question word menjadi passive voice, Anda perlu mengikuti beberapa langkah sistematis. Pertama, identifikasi subjek, kata kerja, dan objek dalam kalimat aktif. Kedua, pindahkan objek ke posisi subjek, lalu ubah kata kerja utama menjadi bentuk ketiga (past participle) dengan bantuan auxiliary verb ‘be’. Terakhir, sesuaikan tenses dan tempatkan question word di awal kalimat.
Perlu diingat bahwa hanya kalimat tanya yang memiliki objek yang bisa diubah menjadi pasif. Kalimat tanya seperti ‘Who broke the window?’ bisa diubah, sedangkan ‘What happened?’ tidak bisa karena tidak memiliki objek. Pemahaman dasar ini akan membantu Anda menghindari kesalahan umum dalam proses transformasi.
Passive Voice Simple Present dan Present Continuous
Untuk passive voice simple present, gunakan rumus: Question word + am/is/are + subject + past participle? Contohnya, ‘Who writes the report?’ menjadi ‘Who is the report written by?’ atau lebih lazim ‘By whom is the report written?’. Sementara itu, untuk passive voice present continuous, gunakan am/is/are + being + past participle, seperti ‘What is being prepared by the chef?’.
Perhatikan bahwa dalam kalimat pasif, ‘by’ bisa ditempatkan di akhir kalimat atau setelah question word ‘whom’. Meskipun ‘by whom’ terdengar sangat formal, frasa ini sering digunakan dalam ujian tata bahasa. Anda juga bisa menggunakan ‘who’ dalam bahasa lisan, tetapi ‘whom’ lebih tepat untuk tulisan resmi.
Past Passive Voice dan Penggunaan Modals
Untuk past passive voice, gunakan was/were + past participle. Contohnya, ‘Why did they cancel the event?’ menjadi ‘Why was the event cancelled?’. Perhatikan bahwa kata kerja bantu ‘did’ hilang dan digantikan oleh ‘was’ atau ‘were’ sesuai subjek baru. Hal ini sering menjadi titik kesulitan bagi pelajar, jadi pastikan Anda berlatih secara rutin.

Selain itu, passive voice modals juga penting dikuasai. Rumusnya adalah modal (can, must, should, etc.) + be + past participle. Misalnya, ‘How can we solve this problem?’ menjadi ‘How can this problem be solved?’. Dengan menguasai pola ini, Anda bisa membuat kalimat pasif untuk berbagai situasi, mulai dari kemungkinan hingga keharusan.
Contoh Perubahan Question Word ke Passive Voice
Berikut adalah beberapa contoh konkret yang menggabungkan berbagai tenses dan question word. Contoh-contoh ini akan memperjelas pola yang sudah dijelaskan sebelumnya dan membantu Anda melihat perbedaannya secara langsung.
- Active: ‘Where did they find the missing keys?’ → Passive: ‘Where were the missing keys found?’
- Active: ‘When will the company announce the results?’ → Passive: ‘When will the results be announced by the company?’
- Active: ‘Why is she painting the fence?’ → Passive: ‘Why is the fence being painted by her?’
- Active: ‘How many books has he borrowed?’ → Passive: ‘How many books have been borrowed by him?’
- Active: ‘Who invited the guests?’ → Passive: ‘Who were the guests invited by?’
Perhatikan bahwa pada kalimat dengan ‘who’, kita bisa menempatkan ‘by’ di akhir kalimat. Namun, jika question word-nya adalah ‘whom’, frasa ‘by whom’ bisa langsung mengikuti di awal. Kedua bentuk ini benar, tetapi ‘by whom’ lebih formal dan sering digunakan dalam tes tertulis.
Kesalahan Umum dan Cara Menghindarinya
Banyak pelajar melakukan kesalahan dengan melupakan auxiliary verb ‘be’ atau menggunakan past participle yang salah. Misalnya, mengubah ‘Who broke the vase?’ menjadi ‘Who broke the vase?’ tanpa perubahan sama sekali — ini salah. Pastikan Anda selalu menambahkan ‘be’ sesuai tenses dan mengubah kata kerja menjadi V3.
Kesalahan lain adalah menempatkan ‘by’ di posisi yang salah atau menghilangkan objek yang seharusnya menjadi subjek. Untuk menghindari hal ini, selalu tulis ulang kalimat pasif secara lengkap dan periksa kembali apakah question word sudah tepat. Jika ragu, Anda bisa mencoba mengubah kalimat pasif kembali ke aktif untuk memverifikasi kebenarannya.
Latihan dan Sumber Belajar Tambahan
Untuk memperdalam pemahaman, Anda bisa mengerjakan passive voice quiz yang banyak tersedia secara online atau di buku tata bahasa. Selain itu, passive voice worksheet dan passive voice games bisa menjadi cara yang menyenangkan untuk berlatih. Aktivitas interaktif seperti ini membantu otak mengingat pola lebih cepat daripada sekadar membaca teori.
Anda juga bisa membuat contoh passive voice Anda sendiri dari kalimat aktif sehari-hari. Cobalah ubah berita atau percakapan sederhana menjadi bentuk pasif. Semakin sering berlatih, semakin otomatis kemampuan Anda dalam menggunakan struktur ini.
Kesimpulan
Mengubah question word menjadi passive voice mungkin tampak rumit pada awalnya, tetapi sebenarnya mengikuti pola yang teratur dan logis. Kuncinya adalah memahami tenses, mengidentifikasi objek, dan menghafal bentuk past participle. Dengan latihan yang konsisten, Anda akan mampu melakukannya tanpa berpikir panjang.
Jangan ragu untuk kembali ke artikel ini setiap kali Anda merasa bingung, dan gunakan sumber latihan seperti passive voice exercise untuk mengasah kemampuan. Semakin Anda terbiasa, semakin alami penggunaan passive voice dalam tulisan maupun percakapan Anda. Selamat belajar dan terus berlatih!

Tinggalkan Balasan